FREE $25

Tuesday, May 29, 2012

LALAT ATAU LEBAH ?


Lebah akan selalu mencari bunga meskipun ia berada di antara sampah. Sebaliknya, lalat akan selalu mencari sampah meskipun ia berada di rerimbunan bunga. Nah, analogi ini dapat kita kaitkan dengan kehidupan sehari-hari: meniru yang manakah kita. Karakter lebah atau lalat?

Orang berkarakter kayak lalat akan selalu menemukan keburukan, kekurangan, dan masalah-masalah di tengah kegembiraan sekalipun.

Misal: "Duuh... Kenapa nih komedo nggak hilang-hilang siih?"

Padahal komedo yang dimaksud tuh keciiil banget. Sementara muka dan kulitnya yang mulus nggak pernah disyukuri. Matanya yang jeli dan dapat melihat dengan sempurna pun nggak disyukuri juga.

Bukan hanya itu, dalam berhubungan dengan orang lain, orang bertipe lalat juga sangat jago menemukan "sampah" pada diri orang lain.

"Lihat tuh, masa sih pake jilbab tapi nggak pake kaos kaki, nggak pake manset."

Mereka terfokus pada kekurangan orang, bukan kelebihannya. Sehingga orang berkarakter lalat biasa boros kritik tapi irit pujian untuk orang lain.

Seremnya... Kalau tidak hati-hati bergaul dengan orang berkarakter lalat, malah bisa makan ati dan kena penyakit disentri!

Sebaliknya, orang berkarakter lebah cenderung bisa menemukan kegembiraan di tengah kesulitan sekalipun.

Sobat Nida mungkin pernah dengar kisah nyata seorang perempuan barat yang divonis hidup tidak lama lagi. Alih-alih menangis deras tanpa henti, perempuan ini justru mengisi hari-hari akhirnya dengan menonton film komedi dan tiada hari tanpa canda tawa. Keajaiban pun terjadi, kebahagiaannya itu mengalahkan penyakitnya, perempuan itu dapat bertahan hidup lebih lama. Ia berhasil menemukan "bunga" di tengah tumpukan sampah.

Dan kalau kita mau mengenal sifat lebah lebih jauh lagi, subhanallah... Banyak filosofi yang dapat kita temukan, Sob. Bahkan sengatannya yang menyakitkan pun ternyata berkhasiat menyembuhkan penyakit.

Adapun perbedaan mencolok lainnya antara lebah dan lalat, yakni:
- Madu yang dihasilkan lebah dicari-cari oleh orang banyak. Dijual harga tinggi pun laku. Sedangkan bibit penyakit di kaki lalat dihindari banyak orang, dikasih gratis pun nggak ada yang mau.
- Kalau lebah hinggap, bunga akan senang karena saling menguntungkan. Sedang kalau lalat hinggap, sapu lidi yang akan melayang. Hheee.

So, bagaimana sih supaya kita bisa lebih sering meniru karakter lebah daripada lalat?  Kan nggak asyik banget jadi lalat yang dihindari banyak orang:

1. Belajar bersyukur dalam pikiran, ucapan dan perbuatan
Tiap hari pikirkanlah apa yang kamu syukuri pada hari itu selama minimal 5 menit! Dan biasakan berterimakasih meski untuk hal yang terlihat sepele sekalipun


2. Fokus pada kelebihan dan bukan kekurangan
Berfokus pada kekurangan hanya memancing perasaan tidak puas dan keluh kesah, Sob. Percaya deh!


3. Belajar untuk melihat kebaikan dalam diri orang lain, bukan keburukannya. Pasti tiap orang memiliki hal baik, belajarlah memuji kebaikan orang lain, karena itu berarti membiasakan diri kita menjauhi sifat iri apalagi dengki dengan keberuntungan yang dimiliki orang lain. Kalau memuji orang lain saja kita sulit dan berat, bagaimana mungkin kita bisa ikut bahagia melihat kegembiraan orang lain? Selalu yakinlah kalau sifat iri tidak lagi menempel di hati, kita akan merasa lebih lapang dada dan gembira, Sob.

4. Selalu berpikir bagaimana cara agar saling menguntungkan! Sifat lalat biasanya akan berpikir: "Gue bisa ngambil untung apa dari dia," sehingga yang tercipta justru hubungan tidak sehat. Biasakan berpikir win-win solution. Bisa memberi keuntungan semua pihak.

Oke, Sob... Selamat meniru lebah, yaaa!

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...